TANGERANG, kilatnusantara.com – Debit air Sungai Cisadane di kawasan Pintu Air 10, Kota Tangerang, Banten, mengalami penurunan dalam tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut dipengaruhi minimnya curah hujan di wilayah Tangerang serta berkurangnya pasokan air dari kawasan Bogor.
Surutnya aliran sungai membuat sejumlah bagian dasar Sungai Cisadane mulai terlihat. Kondisi ini juga dimanfaatkan warga untuk memancing di sekitar Pintu Air 10, Kampung Sangego, Desa Koang Jaya, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.
Berdasarkan pengamatan pada Kamis (17/9/2026), sejumlah pemancing mendatangi kawasan sungai sejak siang hari. Sepeda motor milik warga terlihat terparkir di dekat warung yang berada di pinggir sungai.
Penurunan ketinggian air Sungai Cisadane terjadi seiring berkurangnya hujan di wilayah Tangerang selama beberapa bulan terakhir. Selain faktor lokal, berkurangnya debit air kiriman dari Bogor turut memengaruhi kondisi aliran sungai.
Situasi tersebut menyebabkan volume air di sekitar Pintu Air 10 menyusut. Dasar sungai yang biasanya tertutup aliran air pun mulai tampak di sejumlah titik.
Kondisi sungai yang surut menjadi perhatian karena Sungai Cisadane memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan air masyarakat, termasuk untuk irigasi dan penyediaan air baku.
Pada awal September 2026, petugas menutup Pintu Air 10 secara penuh. Langkah tersebut dilakukan agar sisa debit air yang tersedia dapat dialirkan untuk memenuhi kebutuhan saluran irigasi dan air baku warga.
Pengaturan aliran air menjadi salah satu upaya untuk menjaga ketersediaan air di tengah kondisi debit sungai yang menurun. Namun, efektivitas pengelolaan air tetap dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan pasokan air dari wilayah hulu.
Meskipun debit air menyusut, kawasan Pintu Air 10 masih didatangi warga yang ingin memancing. Aktivitas tersebut terlihat di tengah suasana siang yang terik di sekitar Sungai Cisadane.
Surutnya air sungai memperlihatkan perubahan kondisi lingkungan perairan selama musim kemarau. Keadaan ini sekaligus menunjukkan pentingnya pengelolaan sumber daya air untuk menjaga kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan aliran sungai.
Masyarakat di sekitar Sungai Cisadane diharapkan tetap memperhatikan kondisi aliran air dan perubahan cuaca, terutama dalam menghadapi periode kemarau yang dapat memengaruhi ketersediaan air.
***
